sepenggal cerita indah 2
Bzzzzz bzzzzz bzzzzz... terdengar bunyi getaran dari hp dalam silent mode disamping ranjang jatinya... diapun terbangun dalam lelapnya.. kantuk itu... kantuk yg menggoda dia utk segera kembali terlelap itupun ditepisnya jauh2x saat selesai mendengarkan apa yg baru saja dilaporkan oleh staff nya...
"Pak.. pembunuhan mutilasi terjadi lagi pak , saya sedang di tkp... dan lokasi tepat akan saya sms ke bapak sekarang jg..."
dia pun buru2x bangkit utk segera bersalin ,tak lama kemudian dia pun meluncur menuju ke tkp...
sesampainya disana diapun segera menghampiri lokasi kejadian dan terlihat mulai sibuk berbicara dgn staff dia yg telah duluan tiba disana ... sambil sesekali melihat ke korban dgn mimik wajah yg serius...
sebuah tepukan ringan mendarat di pundaknya...
"Her... " terdengar suara dari pemilik tangan itu menyapanya
"oh... hei jo...." dia menyapa kembali ...
pemilik tangan itu adalah seorang sahabat baiknya , sahabat baik dari bangku sekolah dulu sampai sekarang
wanita itu adalah seorang penyelidik dari kepolisian kota X dimana mereka tinggal, penyelidik yg memang memiliki prestasi yg sangat menakjubkan dalam menangani berbagai kasus berat...
dan mereka pun tampak serius tenggelam didalam pembicaraan mereka akan kasus mutilasi tsb... sambil tentunya tanpa di lupakan oleh Hery utk mengorek semua keterangan yg bisa dia dapat dari sahabat baiknya Jo akan kasus tersebut...
sekitar setengah jam kemudian mereka pun terlihat berjabat tangan dan saling melangkah pergi menuju arah masing2x...
malam itu hery tidak kembali kerumahnya,tetapi langsung bersama staffnya menuju kembali ke "The Rakyat Jelata" utk segera menyusun ulang konsep berita yg akan mereka angkat pada harian pagi nantinya... berita kasus malam itu harus naik menggantikan konsep halaman pertama yg sudah mereka rampungkan
tugas itu harus selesai malam itu jg.... berpacu melawan waktu... lagian pagi ini dgn penerbangan pertama , Hery harus terbang ke kota Y utk menghadiri sebuah pertemuan besar dunia bisnis disana... mau tak mau semua harus selesai malam itu jg...
PAGI
diapun terlihat keluar dari gerbang pintu kedatangan dari airport kota Y... terlihat dgn tergesa2x dia setenagh berlari, dia menuju ke sebuah taksi... sambil tersenyum nyegir tak jelas n sesekali meminta maaf kepada orang2x yg lalu lalang disana...
hhmmm.... menyerobot utk berebut taksi rupanya dia...
"hhhhh.... amannnn heheheheheh " guman dia sambil menghempaskan pantatnya diatas jok belakang taksi... dan taksi itupun berjalan menuju ke tempat tujuan...
PETANG MENJELANG MALAM
dia terlihat melangkah keluar dari gedung pertemuan sambil sesekali melemparkan senyum kepada kenalan2x dia disana , berjabat tangan dan sebagainya , formalitas dalam sebuah pertemuan tentunya...
sesampainya di luar gedung , terlihat dia merogoh saku celananya dan mengeluarkan hpnya utk menghubungi seseorang...
setelah nada masuk berdering beberapa kali , terdengar suara dari seberang...sebuah mensin penjawab ternyata yg merespon
"Jika tidak penting,matikan saja... gitu aja kok repot..., kalo penting... tinggalin pesan JELAS...!!!"
sambil mengerutkan kening dan terheran2x , diapun meninggalkan pesan
"Hei Yun... ini Hery... gua lagi di kota Y nech , gua pulang besok siang... bisa ketemu ngak.. hubungi gua kembali ok..."
MALAM
sosok hitam itu tampak berjalan menelusuri trotoal jalan.. jalan yg terkenal sebagai distrik merah yg terkenal di kota Y... sejenak dia berhenti , mata dari langkah yg terhentikan itu tampak tertuju kepada dua orang pelacur yg sedang saling berciuman selayaknya sepasang kekasih,ciuman yg panas... ,ciuman yg menjadi tontonan menarik bagi orang2x yg lalu lalang disana...
ternyata adegan itu menarik perhatian dia utk menghampiri kedua pelacur tsb... sosok itu pun terlihat menyapa kedua pelacur tersebut... tak lama kemudian...
Sosok hitam itu tampak memeluk pinggang salah seorang pelacur yg telah menyetujui transaksi cinta dari dia, mereka melangkah sambil bercanda selayaknya sepasang kekasih yg di buai asmara... pelacur tersebut ternyata dibayar utk menemani perjalanannya dgn kereta api ekspres yg mewah
sesampainya mereka ke dalam salah satu kamar pribadi yg tersedia di gerbong kereta api ,kamar pribadi yg tertutp sehingga sangat menjaga privasi bagi penumpang didalamnya
,tak lama kemudian kereta pun berangkat... dan mereka terlihat saling bercanda ,sambil sesekali saling meraba dan membelai... aktivitas itu mereka lakukan terus sampai akhirnya terdengar ketokan pintu yg menghentikan aktivitas mereka ,ternyata pemeriksaan karcis...
setelah semua itu selesai... sosok hitam itupun langsung menyergap wanita itu dgn sapu tangan nya yg seperti biasa,tentunya telah di bubuhi obat bius... seketika jg wanita malang itu pingsan...
sambil berseringai .. dia pun merogoh ke dalam tas besarnya... di keluarkan nya selembar terpal berukuran besar anti bocor dalam kondisi terlipat rapi... lalu terpal itu pun di gerai ,kembali dia merogoh kedalam tas besarnya lagi dan di keluarkan dari sana empat batang tonggak penyanggah yg memiliki pondasi yg kokoh... dan keempat tonggak itu pun dipasang di keempat sudut dari terpal sehingga seperti membentuk sebuah bak penampungan , lalu diapun menelanjangi korbannya ... di ikat kan olehnya tangan dan kaki wanita itu dgn tali yg kokoh... dan ditidurkannya wanita itu didalam bak terpal tsb...
seperti korban2x sebelumnya jg , dia jg menjahit sepasang bibir wanita malang itu,meskipun bisingnya kereta api akan menjadi kamuflase yg sesuai utk menutupi jeritan sang korban , ritual penjahitan tetap dia lakukan,
setelah semua ritual awal dia selesai . dia pun menyadarkan wanita malang itu dgn botol berisi cairan penyengat yg biasa dia gunakan...
wanita itu pun tersadar.. tersadar dan bingung... apa yg sedang terjadi pada dirinya...
tak membutuhkan detik yg banyak utk menyadari semua yg sedang di hadapinya... dia pun menangis dan berusaha utk menjerit ... tapi apa daya.. jeritan itu tak pernah lagi akan tersuarakan olehnya... jeritan yg tertahan oleh jahitan di sepasang bibirnya...
"khkhkhkh... sayang.. malam ini tidak akan ada yg mengganggu ... malam ini hanya antara kita berdua , hanya ada kau dan aku..." kata sosok hitam itu sambil mengeluarkan belatinya....
pelan tapi pasti...diapun memulai ritual utamanya malam ini , sebuah episode indah lagi yg akan di perankan olehnya... sebuah episode indah yg akan menjadi kenangan yg menghias jiwanya...
( SENSOR SANA SINI UTK ADEGAN MUTILASI )
sambil tersenyum puas , sosok hitam itu tampak bersender dan memejamkan mata , membayangkan kembali dan merasakan kembali kenikmatan akan ketegangan puncak yg dia alami saat meregangnya nyawa sang korban dan hembusan nafas terakhir dari sang korban...
bagaikan ledakan kenikmatan yg memuncak dan terus memuncak sampai akhirnya terjadinya pelepasan peregangan dari sensasi nikmat yg selayaknya kenikmatan puncak saat bercinta...
lalu setelah buru nafasnya mereda , diapun melirik kembali kedalam bak terpal , melihat utk terakhir kalinya supaya ter rekam abadi didalam ingatan nya... lalu dia pun meraih tas besarnya , diraihnya potongan2x mayat yg sudah dia mutilasi menjadi banyak bagian dan disusun rapi kedalam tas besar yg dia bawa , sebuah tas yg tahan air ternyata , sebuah tas yg dia siapkan utk mencegah darah yg menetes...
lalu terpal dan tonggak2x tersebut jg di bereskan dan di jejalkan didalam tas besar tersebut
setelah semua itu selesai , sosok hitam itu pun memeriksa seluruh bagian ruangan tsb , memastikan tidak ada jejak yg tertinggal disana...
yakin... setelah dia yakin semua bersih... dia lalu duduk dan mencoba utk tidur...
sesungging senyum puas menghias bibirnya saat matany terpejam...
masih mengekspresikan kenikmatan yg baru saja dia alami...
kenimkatan yg panjang sepanjang malam perjalanannya....
BERSAMBUNG
"Pak.. pembunuhan mutilasi terjadi lagi pak , saya sedang di tkp... dan lokasi tepat akan saya sms ke bapak sekarang jg..."
dia pun buru2x bangkit utk segera bersalin ,tak lama kemudian dia pun meluncur menuju ke tkp...
sesampainya disana diapun segera menghampiri lokasi kejadian dan terlihat mulai sibuk berbicara dgn staff dia yg telah duluan tiba disana ... sambil sesekali melihat ke korban dgn mimik wajah yg serius...
sebuah tepukan ringan mendarat di pundaknya...
"Her... " terdengar suara dari pemilik tangan itu menyapanya
"oh... hei jo...." dia menyapa kembali ...
pemilik tangan itu adalah seorang sahabat baiknya , sahabat baik dari bangku sekolah dulu sampai sekarang
wanita itu adalah seorang penyelidik dari kepolisian kota X dimana mereka tinggal, penyelidik yg memang memiliki prestasi yg sangat menakjubkan dalam menangani berbagai kasus berat...
dan mereka pun tampak serius tenggelam didalam pembicaraan mereka akan kasus mutilasi tsb... sambil tentunya tanpa di lupakan oleh Hery utk mengorek semua keterangan yg bisa dia dapat dari sahabat baiknya Jo akan kasus tersebut...
sekitar setengah jam kemudian mereka pun terlihat berjabat tangan dan saling melangkah pergi menuju arah masing2x...
malam itu hery tidak kembali kerumahnya,tetapi langsung bersama staffnya menuju kembali ke "The Rakyat Jelata" utk segera menyusun ulang konsep berita yg akan mereka angkat pada harian pagi nantinya... berita kasus malam itu harus naik menggantikan konsep halaman pertama yg sudah mereka rampungkan
tugas itu harus selesai malam itu jg.... berpacu melawan waktu... lagian pagi ini dgn penerbangan pertama , Hery harus terbang ke kota Y utk menghadiri sebuah pertemuan besar dunia bisnis disana... mau tak mau semua harus selesai malam itu jg...
PAGI
diapun terlihat keluar dari gerbang pintu kedatangan dari airport kota Y... terlihat dgn tergesa2x dia setenagh berlari, dia menuju ke sebuah taksi... sambil tersenyum nyegir tak jelas n sesekali meminta maaf kepada orang2x yg lalu lalang disana...
hhmmm.... menyerobot utk berebut taksi rupanya dia...
"hhhhh.... amannnn heheheheheh " guman dia sambil menghempaskan pantatnya diatas jok belakang taksi... dan taksi itupun berjalan menuju ke tempat tujuan...
PETANG MENJELANG MALAM
dia terlihat melangkah keluar dari gedung pertemuan sambil sesekali melemparkan senyum kepada kenalan2x dia disana , berjabat tangan dan sebagainya , formalitas dalam sebuah pertemuan tentunya...
sesampainya di luar gedung , terlihat dia merogoh saku celananya dan mengeluarkan hpnya utk menghubungi seseorang...
setelah nada masuk berdering beberapa kali , terdengar suara dari seberang...sebuah mensin penjawab ternyata yg merespon
"Jika tidak penting,matikan saja... gitu aja kok repot..., kalo penting... tinggalin pesan JELAS...!!!"
sambil mengerutkan kening dan terheran2x , diapun meninggalkan pesan
"Hei Yun... ini Hery... gua lagi di kota Y nech , gua pulang besok siang... bisa ketemu ngak.. hubungi gua kembali ok..."
MALAM
sosok hitam itu tampak berjalan menelusuri trotoal jalan.. jalan yg terkenal sebagai distrik merah yg terkenal di kota Y... sejenak dia berhenti , mata dari langkah yg terhentikan itu tampak tertuju kepada dua orang pelacur yg sedang saling berciuman selayaknya sepasang kekasih,ciuman yg panas... ,ciuman yg menjadi tontonan menarik bagi orang2x yg lalu lalang disana...
ternyata adegan itu menarik perhatian dia utk menghampiri kedua pelacur tsb... sosok itu pun terlihat menyapa kedua pelacur tersebut... tak lama kemudian...
Sosok hitam itu tampak memeluk pinggang salah seorang pelacur yg telah menyetujui transaksi cinta dari dia, mereka melangkah sambil bercanda selayaknya sepasang kekasih yg di buai asmara... pelacur tersebut ternyata dibayar utk menemani perjalanannya dgn kereta api ekspres yg mewah
sesampainya mereka ke dalam salah satu kamar pribadi yg tersedia di gerbong kereta api ,kamar pribadi yg tertutp sehingga sangat menjaga privasi bagi penumpang didalamnya
,tak lama kemudian kereta pun berangkat... dan mereka terlihat saling bercanda ,sambil sesekali saling meraba dan membelai... aktivitas itu mereka lakukan terus sampai akhirnya terdengar ketokan pintu yg menghentikan aktivitas mereka ,ternyata pemeriksaan karcis...
setelah semua itu selesai... sosok hitam itupun langsung menyergap wanita itu dgn sapu tangan nya yg seperti biasa,tentunya telah di bubuhi obat bius... seketika jg wanita malang itu pingsan...
sambil berseringai .. dia pun merogoh ke dalam tas besarnya... di keluarkan nya selembar terpal berukuran besar anti bocor dalam kondisi terlipat rapi... lalu terpal itu pun di gerai ,kembali dia merogoh kedalam tas besarnya lagi dan di keluarkan dari sana empat batang tonggak penyanggah yg memiliki pondasi yg kokoh... dan keempat tonggak itu pun dipasang di keempat sudut dari terpal sehingga seperti membentuk sebuah bak penampungan , lalu diapun menelanjangi korbannya ... di ikat kan olehnya tangan dan kaki wanita itu dgn tali yg kokoh... dan ditidurkannya wanita itu didalam bak terpal tsb...
seperti korban2x sebelumnya jg , dia jg menjahit sepasang bibir wanita malang itu,meskipun bisingnya kereta api akan menjadi kamuflase yg sesuai utk menutupi jeritan sang korban , ritual penjahitan tetap dia lakukan,
setelah semua ritual awal dia selesai . dia pun menyadarkan wanita malang itu dgn botol berisi cairan penyengat yg biasa dia gunakan...
wanita itu pun tersadar.. tersadar dan bingung... apa yg sedang terjadi pada dirinya...
tak membutuhkan detik yg banyak utk menyadari semua yg sedang di hadapinya... dia pun menangis dan berusaha utk menjerit ... tapi apa daya.. jeritan itu tak pernah lagi akan tersuarakan olehnya... jeritan yg tertahan oleh jahitan di sepasang bibirnya...
"khkhkhkh... sayang.. malam ini tidak akan ada yg mengganggu ... malam ini hanya antara kita berdua , hanya ada kau dan aku..." kata sosok hitam itu sambil mengeluarkan belatinya....
pelan tapi pasti...diapun memulai ritual utamanya malam ini , sebuah episode indah lagi yg akan di perankan olehnya... sebuah episode indah yg akan menjadi kenangan yg menghias jiwanya...
( SENSOR SANA SINI UTK ADEGAN MUTILASI )
sambil tersenyum puas , sosok hitam itu tampak bersender dan memejamkan mata , membayangkan kembali dan merasakan kembali kenikmatan akan ketegangan puncak yg dia alami saat meregangnya nyawa sang korban dan hembusan nafas terakhir dari sang korban...
bagaikan ledakan kenikmatan yg memuncak dan terus memuncak sampai akhirnya terjadinya pelepasan peregangan dari sensasi nikmat yg selayaknya kenikmatan puncak saat bercinta...
lalu setelah buru nafasnya mereda , diapun melirik kembali kedalam bak terpal , melihat utk terakhir kalinya supaya ter rekam abadi didalam ingatan nya... lalu dia pun meraih tas besarnya , diraihnya potongan2x mayat yg sudah dia mutilasi menjadi banyak bagian dan disusun rapi kedalam tas besar yg dia bawa , sebuah tas yg tahan air ternyata , sebuah tas yg dia siapkan utk mencegah darah yg menetes...
lalu terpal dan tonggak2x tersebut jg di bereskan dan di jejalkan didalam tas besar tersebut
setelah semua itu selesai , sosok hitam itu pun memeriksa seluruh bagian ruangan tsb , memastikan tidak ada jejak yg tertinggal disana...
yakin... setelah dia yakin semua bersih... dia lalu duduk dan mencoba utk tidur...
sesungging senyum puas menghias bibirnya saat matany terpejam...
masih mengekspresikan kenikmatan yg baru saja dia alami...
kenimkatan yg panjang sepanjang malam perjalanannya....
BERSAMBUNG